Praktikum Kimia Dasar: Penentuan Asam & Basa Larutan.



PRAKTIKUM KIMIA DASAR
LAPORAN PERCOBAAN 6
PENENTUAN ASAM BASA


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwsUGqXz9ktKrzfVXEa_KaGO7VY-zPCk8o5E7R1jaZWfpzWKN6tbe2Q14Hl9dz81OkvQPWZNolTZrwoWPPOWd88jHWvOLopG8X3_9SgTwS2tv-Tl6zzkYDEHsaxFVW0D1ZIzUSkS9Smbn9/s320/url.png
 






Nama                                       : Hardimas Prayudi                 (1620421025)
                                                  Sri Wahyuni M                      (1620421023)
                                                  Narmayanti Ramadhani        (1620421010)
                                                  Yucki Sigenori                      (1620421019)
Hari/ Tanggal Praktikum        : Senin, 13 Februari 2017
Kelompok                               : II-B
Asisten                                    : Nur Hijriani Arif



LABORATORIUM TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS FAJAR
MAKASSAR
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN…………………………...................................
A.    Tujuan Percobaan ……………………………………………..
B.     Manfaat.................................................................
BAB II LATAR BELAKANG TEORI.................................……………..
BAB III METODE.………………………………………………………..
A.    Alat.............………………………………………………………..
B.     Bahan………………………………………………………………
C.     Cara Kerja..........................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Data Pengamatan..............................................................................
B.     Pengolahan data / perhitungan..........................................................
C.     Pembahasan.......................................................................................
BAB V PENUTUP.........................................................................................
A.    Kesimpulan.........................................................................................
B.     Saran.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................
LAMPIRAN










BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Tujuan Percobaan
ü  Membedakan larutan asam atau basa melalui indicator
ü  Menjelaskan sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator melalui percobaan
ü  Min. 4 point
1.2     Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat membedakan yang mana termasuk larutan asam atau latutan basa melalui indicator dan juga menjelaskan sifat larutan asam dan basa melalui berbagai indokator melalui percobaan yang di praktekkan (tulis per point)



















BAB II
LANDASAN TEORI
Asam dan basa merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya.

A.    Teori Asam Basa Arrhenius

Sejak beabad-abad yang lalu, para pakar mendefinisikan asam dan basa berdasarkan sifat larutannya. Larutan asam mempunyai rasa masam dan bersifat korosif (merusak logam, marmer dan berbagai bahan lain), sedangkan larutan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik (licin, seperti bersabun).Konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa, dan yang tetap diterima hingga sekarang, dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.

Ø  Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+.

Sifat-sifat asam diantaranya adalah:
a.      Terasa masam
b.      Bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain)
c.       Terionisasi menghasilkan ion H+
d.      Memiliki pH < 7
e.       Memerahkan lakmus biru
Contoh senyawa yang termasuk pada asam, yaitu:
¨      HCl
¨      H2SO4
¨      CH3COOH
¨      H3PO4

Ø  Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-.

Sifat-sifat basa diantaranya adalah:
a.      Terasa pahit
b.      Bersifat kaustik (licin seperti bersabun)
c.       Terionisasi menghasilkan ion OH-
d.      Memiliki pH > 7
e.       Membirukan lakmus merah
Contoh senyawa yang termasuk pada basa, yaitu:
¨      NaOH
¨      Ba(OH)2
¨      NH4OH
¨      KOH

B.     Teori Asam Basa Bronsted Lowry

Menurut Bronsted Lowry,asam adalah zat yang dapat memberi proton,sedangkan basa adalah zat yang dapat menerima proton.Jadi asam=donor proton,basa=akseptor proton.
Konsep asam basa ini lebih luas daripada teori asam basa Arrhenius karena:
1) Konsep asam basa Bronsted Lowry tidak terbatas dalam pelarut air,tetapi juga  menjelaskan reaksi asam basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
2) Asam basa Bronsted Lowry dapat berupa kation atau anion.Konsep ini dapat menjelaskan sifat asam dari NH4Cl,di mana pembawa sifat asamnya adalah NH4+ yang dalam air dapat melepas proton.


C.    Teori Asam Basa Lewis

Lewis memberikan pengertian asam dan basa berdasarkan serah terima pasangan elektron,yaitu:
Asam = akseptor pasangan elektron
Basa = donor pasangan elektron
Konsep ini dapat menjelaskan reaksi-reaksi yang bersuasana asam basa walaupun tidak melibatkan proton ion H+.
Untuk mengenali sifat suatu larutan dapat diketahui dengan menggunakan indikator asam basa. Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator asam basa dapat digunakan untuk mengetahui apa suatu zat termasuk larutan asam atau larutan basa.

1. Indikator Alami

Indikator alami adalah indikator yang berasal dari bahan alam,seperti tumbuh-tumbuhan.Indikator tersebut dapat terbuat dari  bumbu dapur,bunga,dan bbuah-buahan yang harus dibuat dalam bentuk larutan dengan cara mengekstraknya,kemudian diteteskan pada larutan asam atau basa.Perubahan warna yang terjadi pada setiap indikator tidak sama.

2. Indikator Buatan

Salah satu indikator buatan asam basa yang biasa digunakan adalah kertas lakmus, kertas indikator uiversal, dan larutan indikator universal.
Lakmus berasal dari spesies lumut kerak yang dapat berbentuk larutan atau kertas. Lakmus yang sering digunakan berbentuk kertas, karena lebih sukar teroksidasi dan menghasilkan perubahan warna yang jelas.

Ada 2 jenis kertas lakmus, yaitu:
-       Kertas lakmus merah
Kertas lakmus merah berubah menjadi berwarna biru dalam larutan basa dan pada larutan asam atau netral warnanya tidak berubah (tetap merah).
-       Kertas lakmus biru
Kertas lakmus biru berubah menjadi berwarna merah dalam larutan asam dan pada larutan basa atau netral warnanya tidak berubah (tetap biru).
       Kertas indikator universal dapat berubah warna tertetu sesuai tingkat keasaman atau kebasaan zat.Perubahan warna terjadi ketika indikator dicelupkan kedalam asam atau basa.

       Larutan indikator universal yang sering digunakan adalah fenolftalein,metil jingga,metil merah dan bromtimol biru.Jika kita meneteskan larutan asam atau basa kedalam larutan indikator universal ,kita dapat melihat perubahan warna larutan indikator.

No
Beberapa golongan indikator
Indikator
Trayek warna
Trayek pH
1
Lakmus
Merah-Biru
5,5-8,0
2
Metil jingga
Merah-Kuning
3,1-4,4
3
Metil merah
Merah-Kuning
4,4-6,2
4
Bromtimol biru
Kuning-Biru
6,0-7,6
5
Fenolftalein
Tidak berwarna-Merah
8,3-10,0




BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1   Waktu dan Tempat Percobaan
 Waktu                        :  Senin, 13 Februari 2017 (08.00-12.00)
 Tempat           :  Laboratorium Kimia, unifa
3.2   Alat dan Bahan
1.      Alat
Ø  Tabung Reaksi
Ø  Pipet Tetes
2.      Bahan
Ø  Natrium Hidroksida
Ø  Natrium Klorida
Ø  Asam Sulfat
Ø  Natrium Karbonat
Ø  Air Jeruk
Ø  Air Sabun
Ø  Air Gula
Ø  Alkohol (Etanol)

3.3  Prosedur Kerja
Cara kerja 1
3.3.1                       Menyiapkan alat dan bahan
3.3.2                       Diisi 5 tetes larutan sampel kedalam tabung reaksi
3.3.3                       Dicelupkan kertas lakmus kedaamnya
3.3.4                       Diamati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus
Cara kerja 2
1.         Diambil larutan sampel masing-masing 1 mL, lalu dimasukkan kedalam tabung reaksi
2.         Ditetesi masing-masing dengan 2 tetes larutan indicator
3.         Diamati perubahan yang terjadi




















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Data Pengamatan
No
Bahan
PP
MM
L. Merah
L. Biru
1
Asam Klorida
Tdk Berwarna
Merah
Merah
Merah
2
Natrium Hidroksida
Merah Muda
Kuning
Biru
Biru
3
Natrium Klorida
Tdk Berwarna
Merah
Merah
Merah
4
Asam Sulfat
Tdk Berwarna
Merah
Merah
Merah
5
Natrium Karbonat
Merah Muda
Kuning
Biru
Biru
6
Air Jeruk
Tdk Berwarna
Merah
Merah
Merah
7
Air Sabun
Merah Muda
Kuning
Biru
Biru
8
Air Gula
Tdk Berwarna
Kuning
Merah
Biru
9
Alkohol (Etanol)
Tdk Berwarna
Kuning
Merah
Biru

B.     Pembahasan
Dari pengamatan yang telah dilakukan, diperoleh hasil asam klorida, natrium klorida, asam sulfat, air jeruk, air gula dan alcohol (etanol) jika ditetesi indicator PP tidak akan menghasilkan warna sedangkan natrium hidroksida natrium karbonat dan air sabun akan berubah menjadi warna merah muda. Pada indicator MM yaitu penentuan asam dan basa akan dihasilkan warna merah jika bersifat asam dan berwarna kuning bersifat basa. Dalam percobaan ini yang termasuk kedalam larutan asam jika ditetesi indicator MM yaitu asam klorida, natrium klorida, asam sulfat dan air jeruk, sedangkan yang bersifat basa yaitu natrium hidroksida, natrium karbonat, air sabun, air guna dan alcohol.
Pada percobaan selanjutnya yaitu dengan menggunakan kertas lakmus. Lakmus merah akan berubah menjadi biru jika larutan tersebut termasuk kedalam larutan basa, dan juga sebaliknya lakmus biru akan berubah menjadi merah jika larutan tersebut termasuk larutan asam.
           













BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Asam dan basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).
Pada percobaan kali ini praktikan akan membedakan antara larutan asam atau basa dengan menggunaan kertas lakmus dan indicator (PP dan MM). Pada indicator PP akan berubah menjadi warna merah muda jika bersifat basa dan tidak berwarna jika bersifat asam, untuk indicator MM jika asam akan berubah menjadi warna merah dan bersifat basa jika berwarna kuning.
Dri hsl pengamatan yg tlah dilakukn, dt diketahui bahwa yg trgolong:
a.       Lrutan yg brsifat asam adalah :
b.      Lrutan yg brsifat basa adalah :
c.       Netral : ……..
B.     Saran
Laporan praktikum yang kami buat ini masih perlu untuk di perbaiki, karena pada praktikum ini di perlukan ketelitian yang tinggi. Oleh sebab itu kami mengharapkan saran, pendapat, maupun kritikan terhadap laporan kami ini, supaya laporan kami ini dapat di sempurnakan.










                                         DAFTAR PUSTAKA                            
Syariffudin.2013.Inti Sari Kimia.Tangerang:Scientific Press
Tim Redaksi K-13.2014.Kimia 2b.Surakarta:Putra Nugraha
























LAMPIRAN









 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI FISIKA XII IPA OPTIKA FOKUS